Hanya seumur jagung. Ungkapan ini biasa diucapkan kalau kita mengalami proses kehidupan selama tiga atau lebih sedikit. Masa tanam jagung memang hanya berkisar 3 bulan, setelah itu barulah bisa dipanen.
Tiga bulan tidak terlalu lama. Kita tidak bisa mengenali sesuatu atau seseorang dengan seksama jika kita hanya memiliki waktu selama tiga bulan. Pengalaman melakukan sesuatu yang baru berjalan tiga bulan tidak cukup masanya untuk kita jadikan pegangan sampai mendapatkan sebuah kepastian tentang apa yang kita jalani.
Tiga bulan hanya cukup untuk kita manfaatkan sebagai tahap awal sebuah pengenalan. Masih banyak waktu yang kita perlukan untuk menyelami lebih dalam masalah yang kita hadapi. Tiga bulan juga tidak cukup untuk kita memastikan karakter sesorang, apabila tidak terjadi pengalaman penting.









