Berjalan tanpa tujuan akan membawa kita kepada sebuah pemberhentian yang tidak begitu jelas. Kita juga tidak merasakan kesan yang mendalam di hati. Kata orang perjalanan semacam itu disebut “mengikuti arah angin”. Hal ini dikatakan oleh orang Jawa sebagai ora ngalor lan orang ngidul. Begitulah perasaanku saat itu. Mau bagaimana lagi… I was lost in the jungle. Mungkin parah juga dibilang aku sedang mengalami gangguan kejiwaan paranoia yang akut.
Teman-temanku sudah pergi semua. Tampaknya mereka tidak aku mengajakĀ aku, dan aku ditinggal di asrama. Sempat aku dengar kalauĀ mereka berkunjung ke konsulat di tengah kota Melbourne untuk mengikuti pengajian di sana. Tega juga mereka meninggalkan aaku begitu saja.
Aku tak pernah tahu dimana lokasi konsulat RI di kota ini. Entah jalan mana yang harus aku lalui. Namun aku sangat ingin menyusul mereka yang sudah berangkat duluan.
Benar aku mengulangi pola-pola petualangan yang sama saja aku lakukan di Indonesia.









