Seorang guru dari Indonesia pergi ke negeri John Howard? Ke Australia! Kok bisa?
Aku sendiri tak pernah menyangka sebelumnya. Kejadiannya sekitar 8 tahun silam. Menjelang akhir perkuliahan pada tahun 2008, kira-kira bulan Nopember kami mahasiswa yang belajar di UPI Bandung sibuk menyelesaikan tesis. Harus selesai! Dari pejabat Depag yang sempat berkunjung ke kampus UPI Bandung, sempat terungkap pernyataan bahwa perkuliahan kami harus segera selelasi. Ancaman bila kami tak bisa menyelesaikan tepat waktu, kami harus membiayai semua biaya perkuliahan secara mandiri. Beasiswa hanya diberikan selama 2 tahun belajar. Selanjutnya, terserah anda!
Aku dan teman-teman termakan dengan pemberitahuan yang bernada ancaman itu. Hampir semua mahasiswa, semuanya guru dari departemen agama yang mendapat beasiswa, seakan berlomba untuk menyelesaikan tesis mereka masing-masing. Tesisku sendiri termasuk yang cukup berat, terlalu banyak data kualitatif yang masuk dan perlu dianalisa. Saat itu aku melakukan penelitian di sebuah smu Islam favorit di Bandung. Sebulan penuh aku bekerja mati-matian untuk menyelesaikan bagian akhir tesisku yang paling rumit–menuliskan transkrip hasil wawancara dengan banyak orang sekolah tersebut.
Menjelang akhir penyelesaian tesis yang saya kerjakan, dengan tiba-tiba datang informasi kepada para mahasiswa untuk segera mendaftarkan tesisnya di kantor pasca sarjana. Saya termasuk yang agak lambat. Selain informasi pendaftaran dan ujian tesis, ternyata pihak departemen sudah menjalin kontak dengan Edlink, sebuah biro yang memberangkatkan mahasiswa Indonesia untuk kuliah di negeri Australia. Saya mendengar informasi bahwa mereka yang sudah selesai dengan tesisnya berhak untuk jalan-jalan ke luar negeri. Tetek bengek pengurusannya terkait dengan selesai tidaknya tesis mahasiswa.
Beberapa kesulitan saya alami tetapi tetap saja saya terdaftar sebagai mahasiswa yang diberi reward jalan-jalan ke Australia lantaran tuntas belajarnya di UPI Bandung dengan kategori cepat. Horee!!
Ini awal cerita perjalanan ke Melbourne tahun 2000.









