Merokok mungkin jadi kebiasaan yang pernah lepas dari hidupku. Sejak sekolah di sekolah menengah pertama aku sudah memulainya. Tak pernah berhenti dan tak pernah mencoba berhenti. Barangkali ini karena aku kecanduan. Namun, sepertinya lebih karena aku tidak mengalami hambatan dalam kesehatan atau masalah keuangan, sehingga aku tidak berhenti. Sekian lamanya aku merokok, yaitu mulai tahun 1981 sampai 2011. Ahh, lama juga!
Larangan merokok di Indonesia hanya beberapa tahun lalu saja disahkan sebagai se buah perundang-undangan. Namun, sosio-kultur kita memberi gambaran jelas kalau kita sudah menganggap bahwa merokok di mana pun tempatnya ya sah-sah saja. Larangan yang baku adalah di ruangan ber-AC atau rumah sakit.
Layaknya orang Indonesia, melanggar aturan pun tidak terhambat dengan aturab tertulis ataupun tidak tertulis. Aku ini seorang perokok. Padahal, aku juga melarang ank-anakku menyentuh barang ini.
Pengalaman memalukan adalah ketika aku merokok. Dari merokok inilah aku bisa mengingat Ratna, petugas Edlink yang marah-marah kepadaku sekian tahun lamanya. Kangen juga rasanya. Pingin aku ketemu dengan orang yang memarahiku habis-habisan gara-gara aku merokok di kamar asrama tempat kami menginap. Kapan ya bisa ketemu lagi dengan orang itu di tempat sama yang jauh di sana?










